Cukup lama aku menutup pintu hatiku rapat-rapat. Hingga pada akhirnya sebuah mimpi mengiringku untuk menemukan cinta lama kambali. Dan orang itu adalah dia. Seorang pria dengan karakter keras, jauh dari sosok pria yang bisa menghujani keromantisan.
Namun justru cinta itulah yang aku butuhkan. Aku merasa dia adalah orang yang bisa menyeimbangkan diriku. Tak butuh waktu lama bagiku untuk menyadari bahwa dia adalah pria terbaik untukku. Aku juga percaya dia adalah pria yang tercipta untukku. Pria yang akan mengisi setengah jiwaku yg kosong
Selama ini aku merasa lelah mencari kebahagiaan yang kuanggap nyata namun ternyata hanyalah kebahagiaan semu. Aku sering mempertanyakan hal ini pada Tuhan. Mengapa Dia memberiku kebahagiaan tapi sekaligus juga membuatku jatuh dalam lubang yang tidak kutau akan berakhir dimana?