Thursday, November 18, 2010

Hidup

image from flickr
Andai hidup seperti di film, yang bisa dengan mudah diselesaikan bila tak kuat lagi menanggungnya. Atau dikasih jeda untuk istirahat sambil memikirkan sekuel selanjutnya.
Tapi hidup adalah hidup. Tak pernah diberi kesempatan untuk istirahat mengambil nafas. Peristiwa silih berganti, sambung menyambung seperti pulau, membentuk rantai derita yang bukan main panjangnya. Rantai yang diseret sepanjang manusia masih mengisi patu-parunya dengan oksigen.

Bagaimanapun sulitnya, hidup harus tetap diperjuangkan. Dan menangis ada gunanya juga. Menangis membuat tubuh sedikit lebih hangat hingga malam tak perlu terasa terlalu dingin. Sementara rantai derita itu, tak akan pernah bisa membuatmu matang. Kecuali, kalau kamu buah-buahan.

No comments:

Post a Comment