Saturday, November 20, 2010

Harapan

photography by Refa,
digital manipulation by Sarrie
Harapan? Harapan ternyata serupa candu yang tak pernah tuntas. Seperti tempat tujuan yang selalu ada di stasiun berikutnya. Barangkali, masih ada harapan? Barangkali? Ya. 'barangkali', harapan seperti kata-kata yang tak pernah memberi kepastian semacam itu. Tapi, distasiun, semisterius apa pun ia berada, harapan tetaplah sebuah destinasi yang nyata. Ia ada, dan siapapun yang menempuh suatu jalan kearahnya, suatu saat akan sampai kepadanya. Bukankah hanya harapan yang membuat orang-orang kurang beruntung punya hari esok?

Harapan? Ya, harapan. Bahkan ketika kau terdesak dan tak punya apa pun, harapan adalah senjata rahasia yang dianugerahkan Tuhan pada semua manusia. Bukankah saat Muhammad dan para pengikutnya semakin terdesak di Makkah, harapan adalah tenaga yang mempertahankan iman yang mereka miliki, dan menuntun langkah mereka untuk berhijrah ke Madinah? Lalu, terciptalah sebuah peradaban baru, terciptalah "harapan-harapan" berikutnya.
Harapan? Ya, harapan. Bahkan mungkin hanya itu yang menahan jutaan orang miskin di Indonesia untuk mengurungkan niatnya membeli satu jerigen minyak tanah atau membeli seutas tali untuk menghabisi dirinya sendiri.

Ya, harapan.
Bila hari ini kau kecewa, sedih atau merasa tak berarti apa-apa, tenanglah. Tarik nafasmu. Barangkali besok masih ada harapan. Bila tahun ini mimpi-mimpimu, cita-citamu, keinginanmu belum tercapai, bila kau merasa masih tak pasti, tenanglah, barangkali besok masih ada harapan. Bukankah hanya harapan yang bisa membuat kita bertahan? Tenanglah, tarik nafasmu. Besok masih ada harapan.

Didepan kamar kecilku aku berdiri menatap bintang-bintang sambil menghirup bau aroma malam.

Kau sedih hari ini? Kecewa? Tenanglah. Tarik nafasmu. Keluarlah. Diluar sana, banyak yang lebih kecewa dan menderita darimu, tetapi mereka tetap punya harapan. Tataplah bintang-bintang. Tatap hari esok. Dan bacakanlah mantra sederhana ini: star light, star bright / first star I see tonight / Wish I may, wish I might / have the wish I wish tonight...

Teruslah memiliki harapan, Sarrie

Friday, November 19, 2010

Sebuah Awal Didekatmu

photography by Dekie,
digital manipulation by Sarrie
Jejak baru ingin kupijak
Saat ada teduh kutemukan dimatamu
Saat ceria kureguk bisu didekatmu.

Ada getar yang membaur dalam desah dan bilur syahdu mengeram dalam hasrat
Tapi luka ini masih menganga
Penantian panjang yang ku jerat, ditelan mimpi kosong tak berjawab
Lara dan pedih mengukir diujung tangis yang tak berair
Masa lalu pahitku tak lelah menghantui barisan hariku

Ingin segera kutumpahkan segalanya pada pundakmu yang rela menyambutku tanpa tanya yang merajuk
Mungkinkah?
Sementara ragu mengulum dambaku kembali tiada
Hadirmu menggugahku untuk tertawa, tiba-tiba
Menciumi bahagia meski baru sekejap

Bisakah perjumpaan sesaat menjadi awal yang menuntun getar pada tali tasbih?
Menjadi dua tiang dan jembatan tanpa sebab
Menyemai arti dan menggamit mimpi, bersamamu...

Thursday, November 18, 2010

Hidup

image from flickr
Andai hidup seperti di film, yang bisa dengan mudah diselesaikan bila tak kuat lagi menanggungnya. Atau dikasih jeda untuk istirahat sambil memikirkan sekuel selanjutnya.
Tapi hidup adalah hidup. Tak pernah diberi kesempatan untuk istirahat mengambil nafas. Peristiwa silih berganti, sambung menyambung seperti pulau, membentuk rantai derita yang bukan main panjangnya. Rantai yang diseret sepanjang manusia masih mengisi patu-parunya dengan oksigen.

Bagaimanapun sulitnya, hidup harus tetap diperjuangkan. Dan menangis ada gunanya juga. Menangis membuat tubuh sedikit lebih hangat hingga malam tak perlu terasa terlalu dingin. Sementara rantai derita itu, tak akan pernah bisa membuatmu matang. Kecuali, kalau kamu buah-buahan.

Wednesday, November 17, 2010

Idul Adha

photography by Refa,
digital manipulation by Sarrie
Tatkala Ismail lafazkan kata 
……. tutuplah,
tutuplah matamu, 
agar rasa kasihmu padaku tak membuat hatimu ragu,
laksanakan segala perintah Illahi Rabbi,
kutahu, ada nada senandung cinta, disana….
karena hanya cinta yang mampu,
lumpuhkan segenap rasa,
keraguan, ketakutan, kesedihan juga kasihan.
seluruhnya kan luruh, runtuh
larut jadi satu, cinta
hanya satu, cinta.

Cinta yang ada pada Ismail, 
seperti juga cinta yang ada pada Ibrahim 
adalah cinta yang memancarkan sinar
cahaya keagungan Sang Maha Pencipta
Oleh kuasa-Mu kami tercipta
dan kepada-Mu pula kami kan kembali
dan di puncak ini kutemukan arti
dari sebuah pengorbanan suci.

Ismail…. kerelaan, keikhlasan dan kepatuhan serta pengorbananmu
merupakan teladan abadi sepanjang zaman.
Dari kisahmu kami bercermin,
dari  baktimu kami mematut diri
Apakah di saat ini dan juga nanti
akan ada ismail-ismail lain yang kan menyamai….? 
Pengorbananmu

Memoria

photography by Dekie,
digital manipulation by Sarrie
Maaf karena beberapa hari yang lalu aku membuatmu marah. Setelah pesan-pesan tak kubalas, aku juga mengabaikan teleponmu yang bernada marah. Aku hanya ingin sendiri. Aku tau kau sayang padaku, tapi belakangan kau agak berlebihan. Entah marahmu, entah sayangmu. Tapi kadang-kadang seseorang perlu melacak kesendirian seorang diri. Di fase itulah aku sekarang. Tak usah terlalu khawatir.

Dimana aku sekarang? Nanti juga kau pasti tau. Aku tak pernah pergi jauh, kau tau itu. Dan aku tak pernah sekalipun berpikir ingin meninggalkanmu. Bahkan aku tak pernah percaya pada diriku sendiri bahwa aku sanggup meninggalkanmu.

Aku hanya bersembunyi saja, disuatu tempat yang tak jauh darimu. Bersembunyi bukan soal jauh atau dekat, kan? Sembunyi adalah soal 'menghilang'. Aku hanya ingin kita lebih bisa berpikir karena kita sering lupa bahwa cinta adalah kata lain dari saling mendengarkan... sebab mendengarkan adalah saling membuka diri: saling memberi dan menerima dengan tulus.

Tuesday, November 16, 2010

Morning Light

photography by Refa
Cahaya pagi tidak membuatku lebih baik
Kehadiranmu membuat metabolisme hidupku berubah
dan saat kau memutuskan untuk pergi...
pun segalanya semakin tidak menentu

Cahaya pagi masih tidak bisa menenangkanku dengan peluknya
Tatapku ... ucapku... dengarku...
Kosong

Aku kacau..!!!



Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari, hanya melihat pada dia: matahariku.
Aku mengagumi kedalaman  pikirannya, caranya memandang hidup -- malah, aku mati-matian ingin seperti dirinya.


Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri. Aku bahkan mengabaikan suara lirih didasar hatiku. Aku buta dan tuli. Dan disuatu titik akhirnya tersungkur. 
Saat itulah aku mulai bertanya-tanya: Apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicinta?

Memilah Cinta, mungkinkah?

image from Google
Sepertinya cinta tapi mengapa benci
Sepertinya benci tapi mengapa suka
Sepertinya suka tapi mengapa ingkar
Sepertinya ingkar tapi mengapa ada getar yang kian lama terus mengetuk keterasingan

Terusirku dari lamun,
dan saat mata terbuka,
dia... pemamah segala damba yang kurajut dalam cerita
Mimpi dan tak berwujud nyata
Kini datang dengan pesona barunya
Merama-rama dikepala,
menyisakan secuil bahagia yang tertunda.

Siapa gerangan dia?
Sebuah pertanyaan tiba-tiba menohokku dikala senja menjemput
Kalau dia hanya sekedar bayangan dalam mimpi,
mengapa dia terasa begitu dekat

Sepertinya dia meninggalkan kenangan
Sepertinya dia nyata dalam genggaman
Sepertinya dia hidup dalam pikiran
Sepertinya membawa pesan surga untuk sendiriku yang menyanjung gulungan waktu yang merentang,
sepertinya...

Monday, November 15, 2010

Itu Saja...

photography by Dewoz,
digital mannilupation by Sarrie
Sapaku mulai tertatih mencari jejakmu.

Tak kudengar lembut bisikmu mengusik sepiku.

Berbisiklah meski hanya berdesir bersama angin.

Tak apa.

Aku hanya ingin mendengar suaramu detik ini..

Itu saja...!



Karena ternyata, sepiku tak usai.

Menyergap sadarku dari puing keterasingan.

Rindukupun tak usai.

Merapal namamu dari jerit ketakutan.

Cintaku pun tak juga usai.

Memasung hatiku hanya untuk satu namamu.

Apakah ini nyata atau semu? Apakah ini janji atau semata ilusi?

Hanya kalam batinmu yang mampu mengurai.

Aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda.

Selebihnya, biarlah dirimu yang mengulur benang talinya

Itu saja...!

Sunday, November 14, 2010

Pasrah

photography by Sarrie
Menjaring cinta yang timbul tenggelam
Dipelukan mimpi yang tak berkesudahan
Menyisakan perih yang menguruk tawa
Pada buramnya kaca cermin yang terbelah
Masihkah ada secuil hati yang tersisa untuk sendiriku?

Tak kucium sekelebat wangi mawar dalam gelisahku
Tak kurengkuh syahdunya rindu yang mengetuk ruang kegersanganku
Kemana kaki ini mesti berjalan mencari sandaran hati yang bergeming untuk dambaku?

Ah, mungkin semua telah sia-sia atau memang jalanku harus menguliti kesendirian dan termangu diam dibatas tanya cinta yang tak jua menyingkapkan tabir bahagia

Aku pasrah!

Dan semoga aku belum kalah!

A Twist In My Story

Slow down, the world isn't watching us break down
It's safe to say we are alone now, we're alone now
Not a whisper, the only noise is the receiver
I'm counting the seconds until you break the silence
So please just break the silence

The whispers turn to shouting
The shouting turns to tears
Your tears turn into laughter
And it takes away our fears

So you see, this world doesn't matter to me
I'll give up all I had just to breathe
The same air as you till the day that I die
I can't take my eyes off of you

And I'm longing, for words to describe how I'm feeling
I'm feeling inspired
My world just flip turned upside down
It turns around, say what's that sound
It's my heart beat, it's getting much louder
My heart beat, is stronger than ever
I'm feeling so alive, I'm feeling so alive

My whispers turn to shouting
The shouting turns to tears
Your tears turn into laughter
And it takes away our fears

So you see, this world doesn't matter to me
I'll give up all I had just to breathe
The same air as you till the day that I die
I can't take my eyes off of you

I'm finally waking up, a twist in my story
It's time I open up, and let your love right through me
I'm finally waking up, a twist in my story
It's time I open up, and let your love right through me
That's what you get
When you see your life in someone else's eyes
That's what you get, that's what you get

Saturday, November 13, 2010

Cinta Secukupnya

photography by Cak Wo,
digital manipulation by Sarrie
Aku tak pernah bisa marah
Karena bagiku kau adalah anugerah terindah yang mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah
Sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja,
menghapus kesalku jadi tawa merekah
Dan rinduku tiba-tiba dipenuhi keindahan yang berlimpah.

Inikah saatnya kuluruhkan keakuanku ?!
Mendakwa satu rindu untukmu,
menepikan setiap inci logika menjadi cinta
Yang seia berdamai dengan palung jiwa.

Sepertinya, aku harus melakukannya!
Bukan semata rindu yang mengerontangkan bejana asa,
tapi lebih karena tulus yang menasbihkannya.
Apa adanya, begitu saja!

Friday, November 12, 2010

Hanya Isyarat

image from Google
Kucoba semua, segala cara
Kau membelakangiku
Kunikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Untuk kumenghayatimu
Untuk mencintaimu

Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu
Dan dirimu yang jauh disana
Ku tak kan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu

Rasakanlah
Isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh
Harapan, Impian
Yang hidup hanya untuk sekejap
Langit, Hujan,
Detak, hangat nafasku

Rasakanlah
Isyarat yang mampu kau tangkap
Tanpa perlu kuucap
Air, Udara
Bulan, Bintang
Angin, Malam
Ruang, Waktu, Puisi

Itulah saja cara yang bisa
Untuk menghayatimu
Untuk mencintaimu

Thursday, November 11, 2010

Belajar Menaklukkan Diri Sendiri

photography by Juan.
digital manipulation by Sarrie
Dalam hidup ini, bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan. Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut yang sebenarnya tidak perlu ada.

Berhati lurus adalah menjaga hati dan pikiran agar tidak mudah goyah oleh godaan. Bagi yang berkepribadian lemah dan berjiwa rapuh akan mudah tergoda pada kesenangan duniawi.

Mata kita hanya melihat benda-benda yang indah, telinga kita hanya akan mendengar suara yang merdu, dan lidah hanya mau mencicipi makanan yang lezat. Tubuh menjadi manja, dan pikiran mengembara ke mana-mana tanpa dapat dikendalikan.

Orang bijak mengatakan bahwa perang yang tidak ada habisnya adalah perang melawan diri sendiri. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri.

Hati yang bercabang ibarat kuda yang lepas dari kendali. Karena itu kita harus menjaga keseimbangan hati dan pikiran kita. Hindari pikiran yang menyesatkan, karena nantinya akan menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri.

Bila kita ingin menuai benih kebahagiaan, taburlah benih kebaikan. Kita mulai dengan menanam bibit-bibit kebaikan, mencabut rumput-rumput ketamakan, kebencian, iri hati, mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan hati, serta menyuburkannya dengan memberi pupuk perilaku yang berbudi. Dengan begitu, sudah sepantasnya kita menikmati hasil panen yang memuaskan.

Monday, November 08, 2010

Kepada Kamu, Cinta tak Terlupa itu

photography by Dekie
Begitu cepat malam beringsut. Anganku ingin menjemput bayangmu ketika pagi turun dengan tetes embunnya. Aku terisap pada wajahmu yang meninggalkan wangi disetiap waktu. Selalu saja begitu.
Sepertinya aku memang tak bisa menyingkirkan kesetiaanku. Mencintaimu dengan nafas terengah dan kepala tengadah menghimpun do’a:

"Tuhan, aku selalu ingin menghabiskan setiap detik bersamanya.”

Siapa lagi kalau bukan engkau, yang dimataku tak pernah basi. Seperti pagi yang selalu memberikan benderang untuk bumi. Setelah malam membabi buta menenggelamkannya dalam gelap.

Setelah semua makin jelas dimataku, aku juga belum beranjak pergi. Meski mungkin tidak sedahsyat awalnya, kaki belum juga surut mengharapmu. Apakah ini sebuah kebodohan? Barangkali, iya. Tapi peduli apa? Bisa mencintaimu sudah cukup bagiku. Kalaupun penantianku harus terlunta-lunta, dan akhirnya tak juga menemui titik muaranya, biarlah itu aku anggap sebagai batu ujian yang harus aku lewati. Tak penting apakah aku lulus atau diam ditempat. Yang pasti, aku telah melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang aku reka-reka.

Mungkin aku ini memang bodoh. Menunggu cinta semu dengan damba seribu dan dibalut kesendirian. Setiap waktu yang berlalu adalah bait-bait kesendirian dan penantian yang terus melilit.
“aku akan selalu kembali untuk mendamba cintamu.” Ucapku lirih dalam hati.

Kalau boleh diibaratkan, aku seperti:
“mengembara begitu jauh, dari timur ke barat. Seribu batu terlampaui. Kakiku menjejak jagad raya milik Tuhan: lautannya, tanah lumpurnya, permukaan curamnya, dan juga barisan bukit terjal untuk mencari dirimu...”

Kalau sampai hari ini aku masih juga berharap kau akan datang dengan cintamu untukku, itu semua karena aku memang masih menunggumu. Ini diluar batas logika, atau malah diluar batas nalar biasa. Tapi biar saja, aku melakukannya sampai kaki dan hatiku benar-benar tak mau lagi berpihak.

“detak yang menjepit detik. Ketuk yang mematuk hampa. Bergulat tiada, mengalir air mata dan melebur dalam duka. Tangis ini karena tak kuasa, tangis ini jadi pertanda. Ada cinta yang tak terlupa.”

Curhat Sahabat

photography by Sarrie
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara diatas puncak khayalan
Jangan sampai kau disana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka didasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...

Yang cuma ingin diam, duduk ditempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air ditangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: "Pandang aku, kau tak sendiri, sayangku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang..
Itu saja yang kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku akan berjanji...

Untuk diam, duduk ditempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air ditangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu cinta yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku.. karena aku bukan mimpi"

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

(suatu yang disadari disaat sakit, disaat terlalu lemas untuk bangun yang hanya untuk mengambil air putih. tak ada yang bisa dimintai tolong. dan disaat titik terendah, yang dibutuhkan hanyalah orang yang menyayangi apa adanya.. dan segelas air putih)

Sunday, November 07, 2010

Firasat

photography by Refa,
digital manipulation by Sarrie
Bagaimana kita tau sesuatu firasat atau bukan?
Kita harus cek ke dalam dan cek ke luar. Pesan yang sama biasanya datang berulang. Lewat suara hati, atau gejala alam. Dan walaupun pikiran kita ingin menyangkal, seluruh sel tubuh kita seperti sudah tau.

Jika kita tidak suka dengan yang dikatakan firasat kita, kita hanya perlu menerima. Ketika belum terjadi, terima firasatnya. Ketika sudah terjadi, terima kejadiannya. Menolak, menyangkal, cuma bikin kita lelah.

Perlukah kita peringatkan? Kalau sudah diperingatkan apakah bisa batal?
Batal atau tidak, yang memang harus terjadi akan terjadi. Kalau kita rasa perlu memperingatkan, pasti kita akan dimampukan. Tapi kalau ternyata tidak perlu, sekuat apapun kita kepingin, kita tidak akan bisa.

Untuk apa seseorang tau sesuatu kalau memang tidak ada yang bisa diubah?
Kita tak tau dan tak pernah pasti tau hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu. Dan itu membuat kita kadang bertanya: lalu, untuk apa? Untuk apa tau sebelum waktunya?

Memang tidak mudah menerima pertanda, menerima diri kita yang dikirimi pertanda, dan menerima hidup yang mengirimkan pertanda. Firasat tidak menjadikan kita lebih pandai dari yang lain. Sering kali firasat justru menjadi siksa.

Kita harus belajar menerima. Saat kita belajar menerima, kita juga belajar berdamai. Melalui firasat kita belajar menerima diri, dan berdamai dengan hidup ini.

Peluk

photography by Abid,
digital manipulation by Sarrie
Menahun, kutunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini kuharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Lepaskan segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

Tiada yang terobati
Didalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

Dan kini kuharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Saturday, November 06, 2010

Aku Ada

photography by Tito
Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku
Selain hatiku
Dan ombak berderu

Di pantai ini kau selalu sendiri
Tak ada jejakku disisimu
Namun saat kutiba
Suaraku memanggilmu
Akulah lautan
Kemana kau slalu pulang

Jingga dibahuku
Malam didepanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Ku ingin ku tau
Engkau ada

Memandangimu saat senja
Berjalan dibatas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tau

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku disisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi
Akulah lautan
Memeluk pantaimu erat

Jingga dibahumu
Malam didepanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Kutau kau tau
Aku ada

Aku Ingin Menyelamimu

photography by Dekie

Kalau boleh, aku ingin menyelami bola matamu
yang menyimpan lubuk terdalam.
Di sana, pada segenap masa lalu itu
aku ingin menyemai buahnya

Kalau boleh, aku ingin menyelami sekali lagi
lalu sekali lagi di waktu yang berbeda.
Tidak ada yang sungguh usai pada sebuah kisah
seperti juga tak ada yang beda suka dan luka

Diam-diam kau ciptakan cahaya
ditubuhmu yang dilelapkan embun
sampai matahari lupa.
Telah kuciptakan sebuah sampan
untuk berlabuh pada tubuhmu
dari rusukku

Kalau boleh…

Friday, November 05, 2010

Cicak di Dinding

image from Flickr
Nada dan puisi datang dan pergi menghampirimu
Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hatimu

Kadang benda mati yang memenangkan
tempat disisimu
Atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu

Ku berserah dalam ketakberdayaan
Berbahagia dengan satu imipian
Dan satu kejujuranku

Ku ingin jadi cicak didindingmu
Hanya suara dan tatapku menemanimu

Dan kumenyadari tanganku
tak kan mampu meraihmu
Walau ku tau tanganmu tak kan lelah memberi

Tidurlah, tidur, buih ombakku
Percikmu abadi menyegarkanku
Namun biarlah kini...
Kuigin jadi cicak

Seperti cicak didindingmu
Melekat, menemani, membelai dinding jiwamu...

Cinta Itu...

photography by Dekie
Kemarin getar itu tampak begitu nyata.

Terpendar begitu saja dari cangkang keakuanku yang merama-rama ditepian senja.

Hari ini, getar itu menggamit ragu.

Tak terhunus karena diammu menengahi segala ruang.



Tapi sungguh, getar itu tak pernah hilang.

Damba itu juga masih setia bersemayam dalam adaku.


Jika ini memang cinta, aku hanya tau bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya: dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum kepasrahan tanpa syarat.


Masihkah ragu menutup mata hatimu?
Mestinya kamu tau.. awal kita jejak, semua mungkin terasa hanya menjadi sekelebat mimpi saja.

Tapi kita tak pernah tau, kalau rasa itu tiba-tiba sudah ada didepan mata. Dan tau-tau.. semua berubah jadi begitu nyata.

Wednesday, November 03, 2010

Bagaimana Mungkin...

photography by Refa,
digital manipulation by Sarrie
Maaf..
Tak dapat kubuang jauh..
Tak dapat kusingkirkan
Karena rasa itu terlalu kuat

Malamku yang sering kau hiasi
Hariku yang selalu kau warnai
Komputer itu tempat kita saling bertemu
Messenger tempat kita saling bicara
Webcam tempat kita saling bertatap
dan alat komunikasi itu yang kuadakan untukmu
...semua ada dirimu...



Kau beri pengalaman pertamaku 'terbang'
Kau buat aku selalu bingung menebakmu
Kau membuatku bertanya-tanya akan hatimu


Jangan kau minta aku untuk membencimu
Jangan kau minta aku untuk melupakanmu
.. bagaimana mungkin ..
Maaf.. aku tak bisa

"bagaimana bisa, aku tak ada disetiapmu melihat .. sementara ku ada
bagaimana bisa aku lupakan yang tak mungkin dilupakan.. 
aku selalu cinta.. tapi kamu tidak" ... #kotak now playing

Tuesday, November 02, 2010

Entah...

photography by dekie
embun yang kau berikan tak lagi bernyanyi,
matahari terdiam sebab malam bersembunyi di kelam,
apalagi yang harus kita lakukan?

mungkinkah kunang-kunang menyinari kelam
sedang bulan tidur bersama bintang.

jarak tak pernah lesap di antara kita,
benang merah terdampar di pulau sepi.

"bukankah cinta tidak memandang jarak,
embun dan matahari akan kembali,
bulan dan bintang akan terjaga,
dan kunang-kunang selalu mampu menembus kelam,
kita hanya butuh keikhlasan untuk melangkah"

betulkah semudah itu?

entahlah....

Untittled 5

Turn your light down low
and pull your window curtains
Let the starlight come shining in
into my life again

Tubuhku

photography by Sarrie
Kamu membuatku takut pada angin
Kamu membuatku tidak bisa menikmati bintang
Kenapa...

Aku menjadi bersahabat pada kasur
Aku menjadi bersahabat pada selimut
Aku tergolek lemah... tanpa bintang..
Semakin lemah...

Kenapa sekarang..
Kenapa kamu tidak mendukungku..
Aku tidak mau begini..
Aku butuh kamu seperti biasa..

Cepat kembalikan tubuhku seperti semula
Karena sakit ini.. menggangguku!!!

Monday, November 01, 2010

Segelumit Belajar Menulis Novel

Cukup lama aku menutup pintu hatiku rapat-rapat. Hingga pada akhirnya sebuah mimpi mengiringku untuk menemukan cinta lama kambali. Dan orang itu adalah dia. Seorang pria dengan karakter keras, jauh dari sosok pria yang bisa menghujani keromantisan.
Namun justru cinta itulah yang aku butuhkan. Aku merasa dia adalah orang yang bisa menyeimbangkan diriku. Tak butuh waktu lama bagiku untuk menyadari bahwa dia adalah pria terbaik untukku. Aku juga percaya dia adalah pria yang tercipta untukku. Pria yang akan mengisi setengah jiwaku yg kosong

Selama ini aku merasa lelah mencari kebahagiaan yang kuanggap nyata namun ternyata hanyalah kebahagiaan semu. Aku sering mempertanyakan hal ini pada Tuhan. Mengapa Dia memberiku kebahagiaan tapi sekaligus juga membuatku jatuh dalam lubang yang tidak kutau akan berakhir dimana?

Untittled 4

Tapi apalah arti kemudahan dalam cinta?
Justru karena tidak mudah terurai, kita tunduk pada misterinya

Ikhlas-ku

image from Google
Ikhlas itu adalah bukan berarti berhenti menyayangi
Artinya saya tidak bisa melakukan segalanya untuk orang lain

Ikhlas itu adalah bukan berarti kita memutuskan hubungan
Tapi itu adalah wujud bahwa kita tidak bisa mengendalikan orang lain

Ikhlas itu adalah bukan tidak bisa
Tapi membiarkan belajar dan konsekuensi

Ikhlas itu adalah bukan tidak mengakui ketidak berdayaan
Yang artinya bahwa hasil akhir tidak berada ditangan kita

Ikhlas bukan untuk mencoba dan merubah atau menyalahkan yang lain
Saya hanya bisa merubah diri saya sendiri

Ikhlas bukanlah untuk mempedulikan,tetapi untuk memperhatikan

Ikhlas bukanlah untuk memperbaiki,tetapi untuk menjadi pendukung

Ikhlas bukan yang menghakimi
Tetapi mengijinkan yang lain untuk jadi manusia

Ikhlas bukanlah untuk berada dipertengahan yang mengatur semua hasil
tetapi mengijinkan orang lain mempengaruhi hasil mereka sendiri

Ikhlas bukan menjadi protektif
Ijinkan orang lain menghadapi kenyataan

Ikhlas bukanlah mengingkari,tetapi menerima

Ikhlas bukan mengomel,cerewet,dan membantah.
tetapi untuk mencari sampai ketemu kekurangan sendiri dan mengoreksinya

Ikhlas bukanlah untuk menyesuaikan segalanya kepada keinginanku
tetapi menggunakan setiap hari yang datang dan mengasihi setiap waktu
bukanlah untuk mengkritik,dan mengatur seseorang
tetapi mencoba untuk menjadi apa yang aku impikan aku dapat
bukanlah untuk menyesali masa lalu
tetapi untuk tumbuh dan hidup untuk masa depan

Ikhlas adalah sedikit rasa takut dan lebih mencintai

Xenia Merah Hati

image from Google
Mulai terbiasa..
Suasana kebersamaannya
Melihat kehadirannya..
Selalu membuatku tersenyum

Dia lagi...
datang lagi...
untuk menghiasi hariku.. hari ini

Melihatnya turun
dari xenia merah hati
Ada girang dihati ini

Lagi-lagi dia...
bukan taxi-ku
tapi selalu hadir untuk temani hariku


trima kasih, teman ... ^_^