Monday, November 08, 2010

Curhat Sahabat

photography by Sarrie
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara diatas puncak khayalan
Jangan sampai kau disana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka didasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini...

Yang cuma ingin diam, duduk ditempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air ditangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: "Pandang aku, kau tak sendiri, sayangku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang..
Itu saja yang kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi...

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku akan berjanji...

Untuk diam, duduk ditempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air ditangannya, kala kuterbaring... sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu cinta yang lelah bermimpi
Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku.. karena aku bukan mimpi"

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

(suatu yang disadari disaat sakit, disaat terlalu lemas untuk bangun yang hanya untuk mengambil air putih. tak ada yang bisa dimintai tolong. dan disaat titik terendah, yang dibutuhkan hanyalah orang yang menyayangi apa adanya.. dan segelas air putih)

No comments:

Post a Comment